Apakah media sosial membuat siswa malas belajar?

Lalu

▶︎ •၊၊||၊|။||||။‌‌‌၊|• 0:10
Anggota Staf
Super Admin
Guru
Reputation: 100%
Daftar
20 May 2020
Pesan
380
Solusi
182
Skor reaksi
134
Poin
793
Website
lalu.pro
Guru, orang tua, atau pelaku pendidikan mungkin bertanya-tanya "Apakah media sosial membuat siswa malas belajar?"

Saya sendiri tidak bisa memberi jawaban pasti apakah media sosial membuat siswa malas belajar. Namun saya menduga media sosial bisa membuat siswa malas belajar. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi gangguan dan menyebabkan produktivitas menurun, sementara yang lain menemukan bahwa sebenarnya dapat menjadi alat yang berguna untuk belajar. Pada akhirnya, dampak media sosial pada pembelajaran siswa tergantung pada beberapa faktor, termasuk bagaimana mereka menggunakannya dan bagaimana mereka mengatur waktunya.

Berikut adalah beberapa kemungkinan media sosial dapat menjadi gangguan bagi siswa dalam belajar:

  • Dapat membuat kecanduan. Platform media sosial dirancang agar membuat pengguna ketagihan, dengan pemberitahuan dan pembaruan konstan yang membuat pengguna terus kembali. Ini dapat menyebabkan siswa menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada seharusnya, dengan mengorbankan studi mereka.
  • Dapat menjadi sumber penundaan. Ketika siswa dihadapkan pada tugas yang sulit, sangat menggoda untuk memeriksa media sosial daripada bekerja pada tugas tersebut. Ini dapat menyebabkan siswa menunda pekerjaan mereka sampai menit terakhir, yang dapat membuat lebih sulit untuk belajar materi.
  • Dapat menjadi sumber stres. Media sosial dapat menjadi sumber stres bagi siswa, terutama jika mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain atau merasa tertekan untuk mengikuti tren terbaru. Stres ini dapat membuat sulit bagi siswa untuk fokus pada studi mereka.

Sebaliknya, media sosial juga bisa menjadi alat yang berguna bagi siswa:

  • Dapat menjadi sumber informasi. Media sosial dapat menjadi cara yang bagus untuk menemukan informasi tentang berbagai topik, termasuk tentang pelajaran. Siswa dapat menggunakan media sosial untuk terhubung dengan ahli di bidang mereka, menemukan sumber belajar, dan mendapatkan bantuan dengan pekerjaan rumah. Tapi saya yakin sedikit siswa yang memanfaatkan sosial media sebagai sumber informasi karena pada asalnya sosial media dibuat untuk santai.
  • Dapat menjadi cara untuk berkolaborasi dengan orang lain. Media sosial dapat menjadi cara yang bagus bagi siswa untuk berkolaborasi pada proyek dan tugas. Siswa dapat menggunakan media sosial untuk berbagi ide, bekerja sama pada tugas bersama, dan mendapatkan umpan balik dari orang lain.
  • Dapat menjadi cara untuk tetap termotivasi. Media sosial dapat menjadi cara yang bagus bagi siswa untuk tetap termotivasi dan terus melanjutkan studi mereka. Siswa dapat menggunakan media sosial untuk terhubung dengan siswa lain yang juga bekerja keras, menemukan inspirasi, dan berbagi keberhasilan mereka sendiri.

Dampak media sosial pada studi siswa tergantung pada bagaimana mereka menggunakannya dan bagaimana mereka mengatur waktunya. Jika siswa dapat menggunakan media sosial secara produktif, itu dapat menjadi alat yang berguna untuk belajar. Namun, saya lebih condong mengatakan media sosial lebih menjadi gangguan memberi dampak negatif pada studi mereka.

Berikut adalah beberapa tips bagi siswa yang ingin menggunakan media sosial secara produktif:

  1. Buat batasan penggunaan media sosial Anda. Tentukan berapa banyak waktu yang ingin Anda habiskan untuk media sosial setiap hari dan patuhi ketentuan itu.
  2. Gunakan media sosial untuk tujuan tertentu. Jangan hanya menggulir feed Anda tanpa arah. Sebaliknya, gunakan media sosial untuk mencari informasi, terhubung dengan orang lain, atau tetap termotivasi. Menjauh dari hal-hal negatif atau yang enghilangkan semangat belajar.
  3. Jeda dari media sosial. Jika Anda merasa terjebak di dalamnya, beristirahatlah dan kembali lagi nanti.
  4. Sadari emosi Anda. Media sosial dapat menjadi sumber stres dan kecemasan. Jika Anda merasa stres atau cemas setelah menggunakan media sosial, tinggalkan beberapa waktu media sosial.

Semoga tips ini berguna dan sebaiknya guru, orang tua, serta pemerhati pendidikan mendidik anak-anak agar menggunakan media sosial secara produktif sehingga membantu studi mereka.


Bacaan lanjut

Berikut adalah beberapa jurnal dan artikel yang membahas tentang penurunan produktivitas akibat penggunaan media sosial:

  1. Kirschner, P. A., & Karpinski, A. C. (2010). Facebook® and academic performance. Computers in Human Behavior, 26(6), 1237-1245.
  2. Junco, R. (2012). The relationship between frequency of Facebook® use, participation in Facebook® activities, and student engagement. Computers & Education, 58(1), 162-171.
  3. Rosen, L. D., Carrier, L. M., & Cheever, N. A. (2013). Facebook and texting made me do it: Media-induced task-switching while studying. Computers in Human Behavior, 29(3), 948-958.
  4. Verduyn, P., Ybarra, O., Résibois, M., Jonides, J., & Kross, E. (2017). Do social network sites enhance or undermine subjective well-being? A critical review. Social Issues and Policy Review, 11(1), 274-302.
  5. Woods, H. C., & Scott, H. (2016). #Sleepyteens: Social media use in adolescence is associated with poor sleep quality, anxiety, depression and low self-esteem. Journal of Adolescence, 51, 41-49.

Semoga bermanfaat!
 
Kontrol orang penting. Sebaiknya orang tua harus berteman juga dengan anaknya atau teman anaknya di medsos.
 

Anggota online

Tak ada anggota yang online sekarang.
Back
Top
AdBlock Detected

Ups!, Pemblokir iklan Anda aktif.

Untuk pengalaman situs terbaik, harap nonaktifkan AdBlocker Anda karena pemblokir iklan juga memblokir fitur-fitur bermanfaat dari situs web kami.

Saya telah menonaktifkan AdBlock.